Senin (5/12), setelah acara penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau melanjutkan agenda lainnya, yaitu High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi Riau bertempat di balai Serindit aula gubernuran Riau. Acara ini turut dihadiri para kepala daerah se-provinsi Riau, Kakanwil BPS Riau, Kabulog Riau, Deputi Bank Indonesia perwakilan Riau, perwakilan Pertamina Hulu Rokan, dan anggota TPID lainnya ini membahas langkah-langkah pengendalian inflasi di Riau, khususnya menjelang natal dan tahun baru ini.

Beberapa komoditi penyumbang inflasi di Riau antara lain adalah daging ayam ras, ayam hidup, telur ayam, minyak goreng, emas perhiasan, dan rokok. Konsumsi beras premium yang didatangkan dari luar daerah perlu menjadi perhatian karena diproyeksikan akan menyumbang inflasi bulan Desember disebabkan permintaan beras pada perayaan HKBN akan meningkat. Selain itu, proyeksi inflasi akhir tahun akan meningkat dikarenakan pola realisasi anggaran, dimana realisasi APBN 91,24% dan APBD yang baru 76,24%.

Dikhawatirkan seluruh kegiatan pemerintah serentak dilaksanakan di akhir tahun, disamping adanya Nataru. Seluruh daerah sudah melakukan upaya-upaya yang direkomendasikan oleh Kemendagri untuk penanganan inflasi, diantaranya pelaksanaan pasar murah, pemantauan harga-harga komoditas dilakukan secara rutin, intervensi subsidi transportasi, dan program urban farming untuk mendukung tersedianya pasokan komoditas, khususnya yang menyumbang inflasi di Riau.

 74 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.