PENDAPATAN

Realisasi Pendapatan Negara TA 2022 di Provinsi Riau mengalami kenaikan sebesar Rp7,01 triliun atau

tumbuh sebesar 25,59% (year-on-year) dibandingkan TA 2021. Pendapatan Negara berasal dari

Penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp19,50 triliun, Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional

sebesar Rp13,72 triliun, dan PNBP sebesar Rp1,18 triliun.

Kenaikan Pendapatan Negara terbesar disumbang oleh PPh yang naik sebesar Rp3,42 triliun atau 49%
(yoy), Bea Keluar naik Rp1,49 triliun (12% yoy), dan PBB naik Rp1,45 triliun atau 299% (yoy). Kontribusi
penerimaan perpajakan yang tumbuh signifikan berasal dari Program Pengungkapan Sukarela (PPS),
pembayaran PPh dan PPN dari WP Sawit baik dari sektor pedagangan maupun sektor industri
pengolahan. Pendapatan BLU juga melebihi target penerimaan (106,59%) yang dicapai oleh BLU
rumpun Pendidikan dan Kesehatan.

BELANJA

Belanja Negara TA 2022 di Provinsi Riau terealisasi sebesar 103,24%, namun apabila
dibandingkan dengan TA 2021 mengalami kontraksi sebesar Rp1,39 triliun atau 4,33% (yoy).

Faktor utama pertumbuhan belanja negatif tersebut berasal dari realisasi belanja modal yang
terkontraksi sebesar 13% (yoy). Hal ini disebabkan terdapat beberapa belanja modal yang tidak
terealisasi secara optimal (<90%). Belanja Bansos tumbuh sebesar 21% dibandingkan TA 2021
dengan output terbesar untuk Bantuan Pendidikan Tinggi melalui Bidik Misi dan KIP yang disalurkan
melalui Satker Pendidikan di Kementerian Agama. Untuk TKDD mencapai realisasi 106,11%, namun
terkontraksi sebesar 5% dibandingkan TA 2021 akibat adanya kontrak DAK Fisik pada Subbidang
Farmasi yang dibatalkan akibat kriteria obat yang tidak sesuai atau sudah ditarik peredarannya,
masalah internal salah satu Pemda yang menyebabkan nilai kontrak DAK Fisik rendah, dan
penurunan kinerja DID Provinsi Riau karena Kab. Bengkalis, Kab. Pelalawan, Kab. Rokan Hilir, dan
Kota Pekanbaru tidak memperoleh alokasi DID tahun 2022.

REALISASI K/L PAGU TERBESAR

Kementerian PUPR sebagai K/L dengan pagu terbesar di tahun 2022 berhasil menyelesaikan
proyek pendukung prioritas nasional (ProPN) di antaranya pembangunan Jembatan Sungai Nilo di
Kabupaten Pelalawan, preservasi Jalan Nasional (Jalan Sudirman-Muara Lembu-Bts Sumbar) yang
didanai melalui SBSN, preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera yang didanai melalui skema pendanaan KPBU. Selain proyek infrastruktur yang berhasil dibangun pada tahun 2022 antara lain pembangunan gedung sekolah dan perguruan tinggi, jembatan timbang di Muara Lembu, Pelabuhan Sagu-Sagu Lukit, pengaman pantai terluar di Bengkalis, SPAM di Kampar, dan lainnya.

 44 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.